Kenangku Dalam DoaMu  

Posted by Amat

27/06/2011…sorg shbt telah kembali kepadanya…walaupon bukanlah kwn bek…tp still tetap kawan…bermula perkenalan ketika di alam budak2…alam budak sek rendah…umurnya..lebih tua sedikit dariku…tetapi orgnya ceria…teman bermain bola…setelah dia berpindah rumah..agak susah untuk berjumpa kerana aku sndri msok sek berasrama….tapi klu jmpa pon stil bertegur…walaupon kita jrg berjumpa..tp kau tetap kawanku dunia akhrt..salam perpisahan…al-fatihah buat sahabatku bernama fandi y telah menghembuskan nafas terakhir pada 27/06/2011….semoga sentiasa berada di dlm rahmatnya dan ditempatkn bersama hmba2 Allah y terbaik di sisi Allah…




Diselitkan Sedikit Perkongsian Mengenai Kematian

Kematian juga dikemukakan oleh Al-Quran dalam kontekmenguraikan nikmat-nikmat-Nya kepada manusia. Dalam surat

Al-Baqarah (2): 28 Allah mempertanyakan kepada orang-orang

kafir.

"Bagaimana kamu mengingkari (Allah) sedang kamu
tadinya mati, kemudian dihidupkan (oleh-Nya),
kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya
kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya."

KEMATIAN HANYA KETIADAAN HIDUP DI DUNIA


Ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan bahwa kematian
bukanlah ketiadaan hidup secara mutlak, tetapi ia adalah ketiadaan hidup di dunia, dalam arti bahwa manusia yangmeninggal pada hakikatnya masih tetap hidup di alam lain dan dengan cara yang tidak dapat diketahui sepenuhnya.

"Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang

gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS Ali-'Imran [3]: 169).

"Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang
yang meninggal di jalan Allah bahwa 'mereka itu telah mati,' sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" (QS Al-Baqarah [2]: 154).

Imam Bukhari meriwayatkan melalui sahabat Nabi Al-Bara'  bin
Azib, bahwa Rasulullah Saw., bersabda ketika putra beliau,
Ibrahim, meninggal dunia, "Sesungguhnya untuk dia  (Ibrahim)
ada seseorang yang menyusukannya di surga."

Sejarawan Ibnu Ishak dan lain-lain meriwayatkan bahwa ketika
orang-orang musyrik yang tewas dalam peperangan Badar dikuburkan dalam satu perigi oleh Nabi dan
sahabat-sahabatnya, beliau  "bertanya"  kepada  mereka  yang
telah tewas itu, "Wahai penghuni perigi, wahai Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ummayah bin Khalaf;Wahai Abu Jahl bin Hisyam, (seterusnya beliau menyebutkan nama orang-orang yang di dalam perigi itu satu per satu).Wahai penghuni perigi! Adakah kamu telah menemukan apa yang
dijanjikanTuhanmu itu benar-benar ada? Aku  telah  mendapati
apa yang telah dijanjikan Tuhanku."

"Rasul. Mengapa  Anda  berbicara  dengan  orang  yang  sudah
tewas?" Tanya para sahabat. Rasul menjawab: "Ma antum hi
asma' mimma aqul minhum,  walakinnahum  la  yastathi'una  an
yujibuni (Kamu sekalian tidak lebih mendengar dari mereka,
tetapi mereka tidak dapat menjawabku)."2


Demikian beberapa teks keagamaan yang dijadikan alasan untuk

membuktikan bahwa kematian bukan kepunahan, tetapi kelahiran dan kehidupan baru.

MENGAPA TAKUT MATI?


Di atas telah dikemukakan beberapa faktor  yang  menyebabkan
seseorang merasa cemas dan takut terhadap kematian.
Di sini akan dicuba untuk melihat lebih jauh betapa sebahagiandari faktor-faktor tersebut pada hakikatnya bukan pada tempatnya.
Al-Quran seperti dikemukakan berusaha menggambarkan bahwa hidup di akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia.

"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu
daripada dunia" (QS Al-Dhuha [93]: 4).

Musthafa Al-Kik menulis dalam bukunya Baina Alamain

bahwasanya kematian yang dialami oleh manusia dapat berupa kematian mendadak seperti serangan jantung, tabrakan, dan sebagainya, dan dapat juga merupakan kematian normal yang terjadi melalui proses menua secara perlahan. Yang mati
mendadak  maupun  yang normal, kesemuanya mengalami apa yang
dinamai sakarat al-maut (sekarat) yakni semacam hilangnya
kesedaran yang diikuti oleh lepasnya ruh dan jasad.

Dalam keadaan mati mendadak, sakarat al-maut itu hanyaterjadi beberapa saat singkat, yang mengalaminya akan merasa sangat sakit karena kematian yang dihadapinya ketika itu
diibaratkan oleh Nabi Saw.- seperti "duri yang berada  dalam
kapas, dan yang dicabut dengan keras." Banyak ulama tafsir menunjuk ayat Wa nazi'at gharqa (Demi malaikat-malaikat yang
mencabut  nyawa  dengan  keras)  (QS  An-Nazi'at  [79]:  1),
sebagai isyarat kematian mendadak. Sedang lanjutan ayat surat tersebut yaitu Wan nasyithati nasytha
(malaikat-malaikat yang mencabut ruh  dengan  lemah  lembut)
sebagai isyarat kepada kematian yang dialami secara
perlahan-lahan.3

Kematian yang melalui proses lambat itu dan yang dinyatakanoleh ayat di atas sebagai "dicabut dengan lemah lembut," sama keadaannya dengan proses yang dialami seseorang pada saat kantuk sampai dengan tidur. Surat Al-Zumar (39): 42 yang dikutip sebelum ini mendukung pandangan yang mempersamakan mati dengan tidur. Dalam hadis pun diajarkan bahwasanya tidur identik dengan kematian. Bukankah doa yangdiajarkan Rasulullah Saw. untuk dibaca pada saat bangun tidur adalah:
"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami

(membangunkan dari tidur) setelah mematikan kami(menidurkan). Dan kepada-Nya jua kebangkitan
(kelak)."


Pakar tafsir Fakhruddin Ar-Razi, mengomentari surat Al-Zumar
(39): 42 sebagai berikut:
"Yang pasti adalah tidur dan mati merupakan duahal dari jenis yang sama. Hanya saja kematian adalah putusnya hubungan secara sempurna, sedangtidur adalah putusnya hubungan tidak sempurna
dilihat dari beberapa segi."

Kalau demikian. mati itu sendiri "lazat dan nikmat,"bukankah tidur itu demikian? Tetapi tentu saja ada faktor-faktor ekstern yang dapat menjadikan kematian lebih lazat dari tidur atau menjadikannya amat mengerikan melebihi ngerinya mimpi-mimpi buruk yang dialami manusia. Faktor-faktor ekstern tersebut muncul dan diakibatkan olehamal manusia yang diperankannya dalam kehidupan dunia ini
Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh

Imam Ahmad menjelaskan bahwa, "Seorang mukmin, saat
menjelang kematiannya, akan didatangi oleh  malaikat  sambil
menyampaikan dan memperlihatkan kepadanya apa yang bakal dialaminya setelah kematian. Ketika itu tidak ada yang lebih disenanginya kecuali bertemu dengan Tuhan (mati). Berbedahalnya dengan orang kafir yang juga diperlihatkannya kepadanya apa yang bakal dihadapinya, dan ketika itu tidakada sesuatu yang lebih dibencinya daripada bertemu dengan
Tuhan."


Dalam surat Fushshilat (41): 30 Allah berfirman,

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwaTuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasatakut dan jangan pula bersedih, serta bergembiralah dengan surga yang dijanjikan Allah kepada kamu.'"

Turunnya  malaikat  tersebut  menurut  banyak  pakar  tafsir
adalah ketika seseorang yang sikapnya seperti digambarkan
ayat di atas sedang menghadapi  kematian.  Ucapan  malaikat,
"Janganlah kamu merasa takut" adalah untuk menenangkan mereka menghadapi maut dan sesudah maut, sedang "janganbersedih" adalah untuk menghilangkan kesedihan mereka
menyangkut persoalan dunia yang ditinggalkan seperti anak,
istri, harta, atau hutang.

Sebaliknya Al-Quran mengisyaratkan bahwa keadaan orang-orangkafir ketika menghadapi kematian sulit terlukiskan:
"Kalau sekuanya kamu dapat melihatmalaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang
kafir seraya memukul muka dan belakang mereka
serta berkata, 'Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar' (niscaya kamu akan merasa sangat
ngeri)" (QS Al-Anfal [8]: 50)

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim berada dalam
tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para
malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata,
'Keluarkanlah nyawamu! Di hari ini, kamu dibalas
dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu
selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang
tidak benar, dan karena kamu selalu menyombongkan
diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS Al-An'am [6]:

93).


Di sisi lain, manusia dapat "menghibur" dirinya dalam

menghadapi kematian dengan jalan selalu mengingat dan
meyakini bahwa semua manusia pasti akan mati. Tidak  seorang
pun akan luput darinya, karena "kematian adalah risiko
hidup." Bukankah Al-Quran menyatakan bahwa,

"Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali

'Imran [3]: 183)
"Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk

seorang manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu
meninggal dunia mereka akan kekal abadi? (QS

Al-Anbiya' [21]: 34)

Keyakinan akan kehadiran maut bagi setiap jiwa dapatmembantu meringankan beban musibah kematian. Karena, seperti diketahui, "semakin banyak yang terlibat dalam kegembiraan,semakin besar pengaruh kegembiraan itu pada jiwa;sebaliknya, semakin banyak yang tertimpa atau terlibat
musibah, semakin ringan musibah itu dipikul."

Demikian Al-Quran menggambarkan kematian yang akan dialamioleh manusia taat dan durhaka, dan demikian kitab suci irõi menginformasikan tentang kematian yang dapat mengantar seorang mukmin agar tidak merasa khawatir menghadapinya. Sementara, yang tidak beriman atau yang durhaka diajak untuk bersiap-siap menghadapi berbagai ancaman dan siksaan.
Semoga kita semua mendapatkan keridhaan Ilahi dan surga-Nya.

Mencari Sakinah  

Posted by Amat


Kalau perempuan bernama Sakinah yang di cari,mungkin senang untuk berjumpa.Jika kita mencari sakinah untuk hati yang kelam kabut ,agak sukar ditemui...apa itu Sakinah..Apa yang penting sangat Sakinah nie??..hurm Byk Persoalan??...

Definisi Sakinah: Sakinah berasal daripada perkataan arab iaitu Sakana, Yusakinu, Sakiinatan yang bererti tenang atau aman. Didalam Tafsir al-Tobari ia mempersamakan kalimah sakinah dengan tuma'ninah atau Aminah yang bererti kedamaian. Dalam bahasa seharian kita, sakinah lebih kerap diertikan sebagai keluarga yang rukun damai atau aman tenteram…

So Perlu k Sakinah nie terhadap diri kita???

Ya,sangat penting..

Tapi macam mana nak dapat Sakinah??...berjalan ke tepi pantai pon ley dpt ketenangan…sakinah ke 2???...



Pertama: Kita harus dekat dengan Al-Quran dan wujudkan komitmen di dalam diri untuk melaksanakan perintah Allah seperti yang terkandung di dalam kitab suci itu.

Siapa yang merasa senang dapat mencintai Allah dan RasulNya, makahendaklah dia membaca al-Quran. (Hasan - Diriwayatkan oleh Abu Nu'aim , Al-Baihaqi)

Saya petik lagi kata-kata Ibnu Rajab yang diperolehi melalui buku ini iaitu :

Mendengarkan Al-Quran itu sama sahaja dengan menumbuhkan Al-Quran dalam hati, sebagaimana air mampu menumbuhkan sayur-sayuran


Kedua: berfikir balik tentang alam dan seluruh kehidupan kita. Dari situ kita akan nampak bukti-bukti keagungan Allah.

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? Dan kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). (Surah Qaf - 6-8)


Ketiga: Melakukan perbuatan-perbuatan soleh.

Banyak amalan-amalan soleh kita mampu buat…antaranya solat,bersedekah,mengingati nikmat2 yang diberikan oleh Allah..Mengunjungi Orang sakit dan macam2 lagi…


video

Cinta, Rupa Paras, Pengorbanan, Kesetiaan, Kesabaran dan Kebahagiaan  

Posted by Amat


Semua kita mencari kesempurnaan dalam memiliki cinta. Sang pemuda mencari pemudi yang cantik, menawan, baik hati dan sebagainya. Sang pemudi mencari pemuda yang tampan, romantik, jujur dan seangkatannya. Kesian kepada yang kurang tampan dan kurang cantik. Kerana begitulah lumrah manusia, mahukan yang cantik, menarik dan sempurna.

Terkadang yang cantik sudah bertemu dengan yang tampan, tapi akhirnya cinta hanya sekerat jalan. Kenapa jadi sedemikian? Perhubungan cinta hanya sekadar atas dasar rupa paras? Rasulullah SAW ada bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad:

"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli."

Cinta juga menuntut pengorbanan. Ada yang sanggup mengorbankan keluarga sendiri demi mengikut pilihan hati. Ada yang sanggup mengorbankan 'study" untuk bersama kekasih hati. Ada yang sanggup mengorbankan maruah sendiri demi membuktikan cinta sejati. Ada yang sanggup mengorbankan jiwa demi meraih ketuanan cinta. Oh cinta.. penanganmu hebat, membuat manusia gembira, tawa, bahagia, sedih, duka, lara, derita, gila dan sebagainya.

Hari ini penulis mengajak kita belajar cinta dari Abu Utsman, kisahnya ditulis oleh Imam Al Jauzi dalam salah satu kitabnya, Shaidul Khathir. Kisah cinta, rupa paras, pengorbanan, kesetiaan, kesabaran dan kebahagiaan.

Suatu saat, Abu Utsman dikejutkan dengan satu permintaan dari seorang wanita.

"Wahai Abu Utsman," kata wanita itu, "Sungguh aku mencintaimu."

Suasana hening sejenak. "Aku memohon, atas nama Allah, agar sudilah kiranya engkau menikahiku," lanjutnya.

Lelaki yang bernama lengkap Abu Utsman An Naisaburi itu diam. Beliat terkejut sebentar dan terpaku tatkala mendengar perkataan wanita yang datang kepadanya itu. Ia tidak mengenal wanita ini dengan baik. Namun, tiba-tiba saja wanita ini datang menemuinya dan menyatakan rasa cintanya yang dalam kepadanya. Bahkan saat itu pula, atas nama Allah, wanita itu meminta pada Abu Utsman untuk menikahinya.

Abu Utsman diam. Memikirkan keputusan apa yang hendak diambilnya. Sebagai seorang pemuda, ia dihadapkan pada sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Sebuah keputusan yang mungkin akan dijalaninya selama lebih dari separuh usianya dan separuh imannya. Selama ini keluarganya senantiasa mendorongnya untuk segera meminang salah seorang wanita solehah di wilayah itu. Namun, ia selalu menolak dorongan dari keluarganya itu hingga hari ini. Maka, sampai sekarang ia masih juga membujang. Ia akan mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya, termasuk segala akibat dan kesan yang menyertainya.

Abu Utsman kemudian berkunjung ke rumah wanita itu. Ia mendapati orangtua si wanita adalah orang yang miskin. Namun, keputusannya tetaplah bulat untuk meminang si wanita yang datang menyatakan cinta kepadanya itu. Terlebih lagi kerana wanita itu memintanya untuk menikahinya. Ia menyaksikan kebahagiaan yang berlimpah pada raut wajah orangtua si wanita itu saat mendengar bahawa puterinya dipinang oleh Abu Utsman, lelaki yang berilmu, tampan, soleh, penyabar, setia, jujur, tulus, dan terhormat.
Mereka pun akhirnya selamat diijabkalbulkan.

Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya sang isteri itu meninggal dunia lima belas tahun kemudian. Namun, sejak malam pengantin mereka ada kisah yang baru terungkap setelah kematian sang isteri. "Ketika wanita itu datang menemuiku," kisahnya, "Barulah aku tahu bahawa matanya juling dan wajahnya sangat jelek dan buruk. Namun, ketulusan cintanya padaku telah menambat hatiku. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. Semua itu aku lakukan demi menjaga perasaannya. Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian."

Ah, kita jangan marah pada Abu Utsman yang mengharapkan isteri yang cantik dan sempurna, tetapi kemudian hanya mendapatkan isteri juling dan buruk wajah. Itu merupakan sisi manusiawi dari lelaki yang menginginkan kecantikan dan kesempurnaan sebagai pendamping hidupnya.

"Begitulah ku lalui lima belas tahun dari hidupku bersamanya hingga dia meninggal dunia," demikian Abu Utsman melebarkan kisahnya. "Maka, tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat, selain masa-masa lima belas tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya dan ketulusan cintanya."

Luarbiasa! Cinta yang luarbiasa terbit dari insane yang luarbiasa. Apakah masih ada kualiti pemuda seperti Abu Utsman ini lagi di abad ke 21 ini? Begitu juga wanita mulia itu, beliau juga luarbiasa. Meskipun sang wanita itu tahu bahawa dia bermata juling, meskipun sia tahu bahawa sia hanya anak orang miskin, meskipun sia tahu bahawa dia bukan wanita berwajah cantik molek, tapi dia memperjuangkan cintanya untuk memiliki orang yang dicintainya itu. Ianya berhasil dan telah bersama mengharungi asam garam kehidupan berkeluarga selama lima belas tahun sehingga maut datang menjemputnya. Abu Utsman membuktikan bahawa ia adalah lelaki yang setia, tulus, sabar, dan senantiasa menjaga perasaan sang isteri yang demikian tulus mencintainya.

Itulah cinta! Cinta yang berpaksikan wahyu, cinta yang diasaskan oleh keimanan kepada Allah SWT. Ianya indah dan bahagia. Semakin indah kerana ianya disertai dengan pengorbanan, kesetiaan, kesabaran dan perjuangan.

Suatu hari ada seorang lelaki datang menemui Amirul Mu'minin Umar Al Khatthab dan berkata : "Saya sudah tidak lagi mencintai isteriku".

Maka, Umar berkata : "Sesungguhnya sebuah rumah tangga itu tidak cukup dibangunkan berdasarkan cinta semata."

Engkau benar wahai Amirul Mu'minin, memang tidak selamanya dengan cinta, namun ada pengorbanan, terdapat pengabdian serta ditemukan perjuangan.

"Ya Allah..., aku memohon kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan aku meminta amalan yang dapat menghantarkan aku kepada cinta-Mu.

7ELEVEN  

Posted by Amat

  • Assalamualaikum...dh lama x berblog nie...hurm hmpir 2 tahun jgak la..tp hari ini terasa ingin kembali berblog semula...bkn sbb nk bergosip atau nk bersuka ria...tp trasa hati nie berblog demi Islam n Kemaslahatan bersama.Baru2 nie trasa diri untuk menjejakkan kaki ke kedai serbaneka 7 ELEVEN..




7EleVeN


  • Tujuan Singgah di kedai bukanlah untuk membeli SLURPEE(Minuman y hanya terdapat dijual di 7eleven) y kebisasannya dibeli pelanggan..tetapi singgah sebentar untuk membeli sebotol air 100 PLUS dan Top Up kerana pnt sekembali pulang bermain badminton bersama saudaraku Adzly(abgku)..di Kepala Batas..Jam tepat menunjukkan 12 tgh malam...msok ke dlm kedai..sprt kebiasaan Ting Tong bunyi di sebalik pintu kedai menandakan datangnya Customer(hehe BI tu)..msok2 jer kedai,terus ke tujuan utama iaitu AIR...n diriku ini terus laju ke peti ais kedai..tiba2 aku ternmpk seorg lelaki dr belakang y ukuran tinggi dia agak rendah sdikit dr ku..dr blkg hnya dpt agak ini seorg lelaki cina krn melihatkn kpd rambutnya begitu lurus..mybe rebonding(gumam ku dlm hati)...lelaki itu berdiri berhadapan peti ais y mana di situ terletaknya bahagian non muslim iaitu ARAK..hurm perkara biasa la org cina beli Arak..aku pon teruskn niatku untuk membeli air..Tiba2 lelaki itu terkial2 dan mnegaru kpla memilih jenama arak mana y sesuai ntoknya...lalu trus memusingkn bdnya...mula2 tgk terkejot gak aku...nie melayu k mamat korea nie..len btol dgn gaya rambut dia...setelah diamati sahlah melayu....hurm biar btol dia nie nk bli arak(kataku dlm hati)..aku mngmbil keptusan ntok melihat dia dr jauh..mybe nk bli ntok bos dia kot(cuba untuk bersangka baik)..diamulagelisah krn sdr diri dia diperhatikan oleh aku...tiba2dtg seorg lagi lelaki melayu lingkungan umur belasan tahun..juga menuju ke tmpt itu...oh kwn dia rupanya(hatiku berbisik)..aku terdgr sdikit perbualan mereka....wei aku xtau nk bli y mna satu??(si A berkata)...hg amik ja y mana pon..jnji ley minum(si B membalas)..lama kelamaan diorg mula gelisah krn diperhatikn olehku...terus Si B keluar kedai n trus blik..aku pon mematikan niatku ntok melihat gelagat diorg lg...trus ke kaunter ntok mmbyr...terkejut jgak aku...cashier org melayu..org islam...aduh..apa la nsb org melayu org islam kita nie...umo msih belasan tahun dh mula berjinak dgn arak..x tau ka y arak 2 HARAM!!!...berTitle kn org melayu n muslim dgn bnganya ingin membeli n menjual arak..Ya ALLAH bantulah hmba2mu y terjebak ke arah y tidak di redhaimu...berilah petunjuk n hidayah kpd mereka..

_____________________________________________________________________________


Sedikit Perkongsian Mengenai Arak



ARAK


  • Maksud Arak

Maksud arak dr segi bahasa ialah diambil drp perkataan Al-HAMRU yg bererti menutupi

Dari segi istilah pula : Setiap minuman yg memabukkan hasil drp perahan anggur dll .


SEJARAH PENGHARAMAN ARAK ( ada 3 peringkat)

  • Peringkat pertama ( Penjelasan baik dan buruk arak )

Maksud Firman Allah s.w.t dari

surah Al Baqoroh ayat 219 :

"219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, "segala minuman yang memabukkan.

Pada ketika ini arak masih lagi boleh di minum .penurunan ayat di atas menjelaskan kepada ummat Islam bahawa arak ini mengandungi keburukkan dan kebaikan ,keburukkannya lebih banyak drp kebaikan

Cth : Keburukkan arak di antaranya ialah menghilangkan kewarasan akal bagi seseorang yg meminumnya ,manusia yg meminum arak akan mabuk ( hilang ingatan ) kurang pertimbangan akal ,apabila manusia kurang pertimbangan akal dia akan melakukan perkara yg dia tidak sanggup melakukannya semasa dia waras cth seorang suami yg baik akhlaknya semasa akalnya waras akan menjadi suami yg buruk akhlaknya ketika dia mabuk seperti menengking isterinya ,memukul , dan melakukan perkara yg di luar batasan ,padahal suami tersebut tidak sanggup melakukan perbuatan itu ketika dia berakal waras . Para sahabat pada ketika itu mula meninggalkan arak sedikit demi sedikit setelah penurunan ayat yg pertama ini.

Walaubagaimanapun tidak dinafikan arak mempunyai sedikit kebaikan iaitu dapat memanaskan badan orang yg meminumnya.

  • Peringkat kedua ( Pengharaman ketika hampir masuk waktu solat)

Maksud Firman Allah s.w.t dari surah An Nisa' ayat 43

43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu solat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub[#], terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.

menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat Ini termuat

juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.

Pada peringkat ke dua ini Allah mula mengharamkan arak di minum ketika hampir masuk waktu solat ,kerana dikhuatiri solat yg didirikan ketika mabuk akan menyebabkan solat itu tidak sah kerana tersilap membaca Al-Fatihah dan rukun-rukun qouli yg lain ,melakukan penambahan /pengurangan rakaat dsb . Walaubagaimanapun pada ketika itu arak masih lagi boleh di minum .

  • Peringkat ke-3 ( pengharaman secara mutlak)

Maksud Firman Allah s.w.t dari

surah An Nisa ayat 90-91

90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya

(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[#], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak

menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

[# ]panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing iaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

Setelah turun ayat yg ke 3 maka hukum arak diharamkan secara mutlak .

Pemerah arak : iaitu pekerja -pekerja yg melakukan

kerja pemerahan buah-buahan seperti anggur yg bertujuan hasil dari perahan anggur itu akan dijadikan arak . samada mengunakan teknologi moden atau cara lama. Hasil pekerjaannya ( upah/gaji yg diterima ) adalah haram begitu juga perbuatannya.

Meminta diperahkan arak untuknya : Bermaksud majikan /pengurus sesebuah syarikat yg mengaji beberapa orang pekerja di kilangnya untuk bekerja sebagai operator pengeluaran .Maka haramlah pekerjaannya itu.

Peminum arak : Orang yg meminum arak walaupun setitik /tidak mabuk /hanya cuba-cuba .perbuatan itu adalah haram

Pembawa arak : Ia boleh dimaksudkan sebagai pelayan di sesebuah restoran/kedai makan /hotel dsb . ataupun boleh juga dimaksudkan sebagai pemandu lori yg membawa muatan arak dari sesuatu tempat ke suatu tempat yg lain .Perbuatan itu adalah haram walaupun ia tidak meminumnya .

Meminta dibawakan arak kepadanya bermaksud seseor

ang yg membuat pesanan arak samada untuk diminum ataupun di simpan sebagai koleksi .Maka perbuatan itu adalah haram

Memberi minum arak kepada orang lain bermaksud

seseorang yg memberi orang lain minum padahal dia tidak meminumnya cth : seseorang muslim membelanja minum rakannya non muslim minum arak di sesebuah restoran. Perbuatan itu adalah haram

Penjual arak : Boleh diertikan sebagai tuan kedai /restoran yg menjual arak kepada pelanggannya walaupun dia tidak meminumnya ,perbuatan itu juga haram.

Orang yg mendapat hasil drp arak : Suatu skop yg lebi

h luas dan pelbagai bolehlah dikatakan sebarang aktiviti yg berkaitan dengan arak adalah haram cth : Pengawal Keselamatan yg mengawal keselamatan kilang arak dan mendapat gaji drp pengurus kilang tersebut . Maka perbuatan/gaji itu adalah haram.

Orang yg membeli arak bermaksud orang yg membeli arak samada untuk diminum atau tidak . Maka perbuatan itu pun haram

Orang yg meminta dibelikan arak untuknya : Bermaksud seseorang yg meminta seseorang yg lain membelikan arak untuknya kerana sebab yg tertentu .Cth seorang muslim meminta rakannya non muslim membelikan arak untuknya ,maka perbuatan muslim itu adalah

haram.



Ibu Segala Kejahatan


Hadis Pengharaman Arak

" Diriwayatkan drp Anas r.a bahawa rasulallah s.a.w telah melaknat sepuluh golongan yg terlibat dengan arak:


1. orang yg memerah arak

2. orang yg diminta arak diperah untuknya

3. orang yg meminumnya

4. orang yg membawanya

5. orang yg meminta dibawa arak kepadanya

6. orang yg memberi minum arak kepada orang lain

7. orang yg menjual arak

8. orang yg mendapat hasil drp arak

9. orang yg membeli arak

10. orang yg meminta dibelikan arak untuknya "


(riwayat Ibnu Majah dan Tarmizi)